Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pameran pembangunan
dan produk unggulan daerah Jawa Tengah saat Musrembangprov beberapa
waktu lalu rupanya masih menyisakan kegembiraan bagi Pemkab Batang
khususnya Bapelitbang.
Saat pameran itu, Gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo, tertarik dan membeli batik khas
Kabupaten Batang.
Saat mendatangi stand
Kabupaten Batang, Ganjar membeli kain batik bermotif alam produksi pengrajin dari
Kabupaten Batang.
Kepala Bapelitbang
Kabupaten Batang,
Sabino Soewondo melalui Kasubbid Perindagkop, Sri Diah Litania,
mengatakan, saat itu Ganjar datang bersama beberapa pejabat Pemprov
Jateng termasuk Siswo Laksono yang saat ini menjabat sebagai Pj Bupati
Batang.
"Saat mengunjungi stan kami, Gubernur membeli batik motif alam.
Beliau langsung merogoh koceknya tanpa menawar harga," kata Litania
tanpa menyebut berapa harga kain batik yang dibeli Ganjar, Jumat
(28/4/2017).
Menurut Litania,
Musrenbangprov
tahun 2017 serta Pameran Pembangungan dan Produk Unggulan Jawa Tengah
dilaksanakan pada 18-20 April 2017 lalu di gedung Gradhika Bhakti Praja.
Sebelum pembukaan Musrembangprov, dilakukan pameran pembangunan dan produk unggulan daerah di Jawa Tengah.
Di stan itu, kata Litania, setiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah memamerkan hasil produk daerah masing masing.
"Setiap daerah memamerkan produk unggulannya. Selain itu, stan juga
ditata agar menarik pengunjung datang. Ternyata stan kami menarik buat
Pak Ganjar, malah waktu melihat lihat hasil produk kami terbilang lama
dibanding daerah lain," katanya.
Selain kain batik tulis, produk unggulan yang dibawa Fedep (forum for
economic development and employment promotion) atau Forpekda (forum
pengembangan ekonomi daerah)
Kabupaten Batang, diantaranya minyak atsiri, emping melinjo, kerajinan kulit, ikan asin, teh kampoeng, dan lain lain.
"Kain batik dan ikan asin termasuk yang digemari pengunjung. Pesan
dari Gubernur, harapannya agar setiap Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah
harus lebih semangat lagi mempromosikan produk produk khas daerah
masing masing," pungkasnya. (*)